Kamis, 31 Mei 2012

Pengaruh Unsure N,P,K Terhadap Tanaman Bawang Merah

4.1. Tinggi tanaman
Tabel 1. Pengamatan tinggi tanaman bawang merah (cm)
PERLAKUAN

Minggu ke-
Rata-rata
1
2
3
4
5
4P1
1,7
21,5
34
35
38
26,04
4P2
7,5
17,3
23
29,5
31,5
21,76
4P3
7,6
12,3
17,5
19
0
11,28
4P4
4,1
4,7
7,7
7,9
0
4,88
4P5
4,1
8,6
10,4
17,5
0
8,12
4P6
4
8,4
15,4
17,5
19
12,86
4P7
1,1
2,4
3,1
4
4
2,92
4P8
6,6
7,5
7,52
7,6
0
5,84
4P9
9
20,7
26
28,5
31
23,04
4P10
0
0
0
0
0
0
4P11
Blm tmbh
3,7
16,5
22
20,5
12,54
4P12
0,5
2,6
2,6
2,6
2,6
2,18
4P13
5,8
7,5
9,7
10,5
11
8,9
4P14
8,5
21
24,1
25
25,7
20,86
4P15
5,2
17,4
24,7
27
28,5
20,56
4P16
4,9
11,4
11,1
11,5
17
11,18
Total rata2
12,06



Tinggi tanaman pada umur 42 Hari setelah tanam disajikan pada Table.1. Meningkatknya tinggi tanaman dan jumlah daun dengan pemberian pupuk N, P, dan K, karena pupuk tersebut dapat menambah ketersedian unsure hara di dalam tanah dan besarnya penamabahn unsure hara sangat bergantung pada jenis dan takaran pupuk yang diberikan (Subhan,1982). Tanaman bawang pada perlakuan Dimana  K= 0,12 gram N= 0,4 gram P=0,2 gram memberikan pengaruh yang tidak nyata  dalam pertumbuhan karena pemberian pupuk N memberi pengaruh yang besar terhadap kenaikan tinggi tanaman. Hal ini disebabkan tanaman bawang merah dalam pertumbuhan vegetative membutuhkan pupuk N yang tinggi. Meningkatnya pertumbuhan dan produksi bawang merah akibat pemberian N berkaitan dengan peranan N yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Engelstad (1997) Mengatakan bahwa pemberian N yang optimal dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman,meningkatkan sintesis protein, pembentukan klorofil yang menyebabkan warna daun menjadi lebih hijau, dan meningkatkan rasio pucuk akar. Oleh karena itu pemberian N yang optimal dapat meningkatkan laju pertumbuhan tanaman, sedangkan pemberian K tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Ispandi (2003) menyatakan bahwa hara K sangat diperlukan dalam pembentukan,pembesaran, dan pemanjangan umbi.





4.2. Jumlah daun
Tabel 2. Pengamatan jumlah daun tanaman bawang merah
PERLAKUAN
Minggu ke-
Rata-rata
1
2
3
4
5
4P1
3
13
17
16
18
13,4
4P2
9
12
17
17
16
14,2
4P3
7
9
10
11
0
7,4
4P4
8
9
11
11
0
7,8
4P5
7
9
10
13
0
7,8
4P6
6
8
11
12
12
9,8
4P7
3
5
5
6
5
4,8
4P8
9
10
10
10
0
7,8
4P9
6
10
11
11
12
10
4P10
0
0
0
0
0
0
4P11
0
6
11
12
11
8
4P12
2
3
4
4
4
3,4
4P13
6
7
7
7
6
6,6
4P14
11
17
17
14
15
14,8
4P15
6
11
12
13
14
11,2
4P16
5
8
10
11
9
8,6
Total rata2
8,475





Disini terjadi interaksi yang tidak nyata pada pemberian pupuk N, P, dan K terhadap jumlah daun per Polibag (Tabel.2). Kombinasi perlakuan Dimana  K= 0,12 gram N= 0,4 gram P=0,2 gram. Menunjukan bahwa jumlah daun tertinggi yang rata-ratanya 14,8cm. Karena pemberian pupuk N yang diberikan tidak dalam dosis yang berlebih. Menurut Gardner et al.(1985) nitrogen merupakan komponen structural dari sejumlah senyawa organic penting, seperti asam amino,protein,nucleoprotein,berbagai enzim,purin,dan pirimidin yang sangat dibutuhkan untuk pembesaran dan pembelahan sel, sehingga pemberian nitrogen optimum dapat meningkatkan pertumbuhan vegetative tanaman dan mengalami penigkatan dengan menigkatnya konsentrasi N.
4.3. Kadar air
Tabel 3. Kadar air tanaman bawang merah (gr)
PERLAKUAN
Berat basah
Berat kering
4P1
20,07
4,30
4P2
17,60
2,88
4P3
1,35
0,44
4P4
4,11
0,67
4P5
5,52
2,82
4P6
5,90
0,84
4P7
4,02
1,24
4P8
2,53
0,77
4P9
9,09
1,35
4P10
1,90
0,60
4P11
12,73
4,02
4P12
6,29
1,42
4P13
4,25
1,13
4P14
12,71
1,98
4P15
15,26
3,44
4P16
9,67
1,58
TOTAL
133
30,3
KADAR AIR
         77,22 %

Interaksi perlakuan pupuk N, P dan K pada bobot berat basah dan berat kering bawang merah ditunjukan pada Tabel.3 . didalam tabel pengamatan didapatkan hasil total kadar air 77,22 % dari 16 perlakuan. Tetapi perlakuan yang diberikan tidak maksimal , dikarenakan  pada saat panen kadar air yang maksimal kurang lebih 85 %
Menurut Napitulun dan Winarto (2009)  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Utara dengan  adanya interaksi pupuk N, K terhadap jumlah Umbi dan diameter umbi per rumpun tidak memberikan pengaruh yang nyata dengan pemberian pupuk N dan K dalam dosis rendah. Bobot berat basah bawang merah yang rendah kemungkinan berhubungan dengan sedikitnya pupuk N dan K yang diperlakukan tanaman sehingga pertambahan bobot berat basah lambat.
Hasil Penelitian Abdurlrachman dan Susanti (2004) mengatakan pemberian pupuk K dalam tanah yang cukup menyebabkan pertumbuhan bawang merah optimal. penambahan kalium dengan dosis yang tinggi menunjukan hasil yang baik karena kalium berperan membantu proses fotosintesis, yaitu pembentukan senyawa organic baru yang diangkut ke organ ke tempat penimbunan, yaitu umbi. Pengaruh lain adalah menghasilkan umbi yang berkualitas (Bybordi dan Malakouti, 2003)
Russell (1977)  juga menyatakan pupuk sebagai sumber nutrisi relevan untuk pertumbuhan tanaman. Penambahan pupuk K memberikan pengaruh sangat nyata terhadap bobot umbi kering per rumpun.
Interaksi pupuk N, P dan K dosis K= 0,12 gram N= 0,4 gram P=0,2 gram menghasilkan bobot berat kering untuk konsumsi tertinggi, yaitu 4,30 gr. Rendahnya bobot berat kering pada tanaman diakibatkan kandungan N dan K yang tidak seimbang. Sutrisna et al.2003 menyatakan bahwa keseimbanagan unsure hara terutama K didalam tanah sangat berperan didalam sintesis karbohidrat dan protein sehingga sangat membantu memperbesar umbi bawang merah. Dengan kekurangan unsure hara N dan K yang tidak seimbang mengakibatkan tanaman bawang merah yang tidak maksimal dalam pasca panen. Bassiony (2006) melaporkan bahwa pupuk K yang berpengaruh dalam meningkatkan berat kering bawang merah. Di dalam praktikum, pupuk K diberikan dengan dosis yang rendah per rumpun sehingga berat kering tanaman bawang tidak optimal.
Hal ini mungkin karena pengolahan tanah pasir tidak baik dikarenakan tidak ada nya pemberian pupuk kandang ataupun unsure hara lain. Sudjijo (1994) menyatakan pengolahan tanah yang baik menyebabkan unsure hara yang ada didalam tanah, seperti pupuk kandang dan unsure hara yang lain akan bercampur sedemikian rupa dalam mengisi keseluruhan bagian tanah, sehingga akan berpengaruh pada perkembangan tanaman bawang merah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar